Gagalnya Diplomasi AS-IRAN, Tensi Kembali Memanas
Geopolitik AS-IRAN Kembali memanas, Dolar sedikit melesat memberikan Impact signifikan ke market. Apakah Hal ini akan mempengaruhi Interest Rate Dini Hari ?

Geopolitik AS-IRAN Kembali memanas.Gagalnya Diplomasi AS-Iran di Moskow Picu Kepanikan, Dolar AS Melesat Naik.
Pasar finansial global kembali terguncang setelah upaya negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran menemui jalan buntu pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gas di Moskow.
Delegasi Iran secara tegas menolak kompromi, yang memicu kekhawatiran serius atas eskalasi militer dan ancaman terhadap keamanan jalur distribusi energi vital di Selat Hormuz. Situasi geopolitik yang memanas ini langsung direspons oleh Ketua The Fed, Kevin Warsh. Dalam pernyataannya, Warsh menegaskan bahwa bank sentral siap mempertahankan kebijakan moneter di level yang "sangat restriktif" guna mencegah potensi lonjakan inflasi energi gelombang kedua akibat disrupsi rantai pasok tersebut.Guncangan geopolitik ini datang pada waktu yang sangat tidak menguntungkan bagi perekonomian global.
Bahkan Ketua The Fed, Kevin Warsh, memberikan pandangan yang memicu reaksi agresif dari pelaku pasar obligasi. Dalam pernyataan terbarunya, Warsh menegaskan, "Kami memantau dengan sangat ketat disrupsi rantai pasok energi global saat ini. The Fed tidak akan ragu untuk mempertahankan kebijakan moneter di level yang sangat restriktif jika ekspektasi inflasi kembali menunjukkan tanda-tanda tak terkendali." Pernyataan Warsh ini bernada sangat hawkish. Penggunaan frasa "sangat restriktif" mengindikasikan bahwa bank sentral AS siap menunda pemangkasan suku bunga lebih lama dari proyeksi sebelumnya, menekan harapan pasar akan kebijakan yang lebih longgar.
- Apakah Hal Ini akan Mempengaruhi Keputusan The FED Dini Hari Nanti? Kita update lagi pembahasan Khusus Interest Rate Decision.
Cupang - Your Trading Partner



